OJK Bangka Belitung : Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil dan Tumbuh Resilien

CyberTerkini.Com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat sinergi dengan media massa dalam rangka mendukung transparansi informasi, menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, Rabu (29/04/26).

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan media update yang
diselenggarakan oleh OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Forum
Wartawan Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang, Rabu.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Wijaya serta perwakilan media cetak dan elektronik di wilayah Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membahas dinamika perekonomian daerah yang memasuki Triwulan II tahun 2026.

“OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat kinerja sektor jasa keuangan
yang tetap stabil dan resilien dalam menghadapi tantangan ekonomi di awal
Triwulan II-2026. Meskipun perekonomian daerah masih menghadapi berbagai
dinamika, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung menunjukkan tren positif
dibandingkan periode sebelumnya,” kata Eko.

Eko menambahkan bahwa hingga Februari 2026, stabilitas sektor perbankan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap terjaga dengan profil risiko yang terkendali. Aset perbankan tumbuh sebesar 2,49 persen (ytd), Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 3,15 persen (ytd), sementara rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,92 persen. Adapun rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 110,15 persen.

Di sektor pasar modal, minat investasi masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung terus meningkat. Hingga Maret 2026, akumulasi Single Investor Identification (SID) mencapai 159.118 SID, tumbuh 22,12 persen dibandingkan posisi Desember 2025. Kota Pangkalpinang menjadi wilayah dengan nilai transaksi saham tertinggi, yakni mencapai Rp812,70 miliar.

Selain menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, OJK
juga terus berperan aktif sebagai penggerak penguatan ekonomi daerah melalui Tim
Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Pada tahun 2026, Kantor OJK
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan lima target program strategis,
antara lain peningkatan akses keuangan pelajar, optimalisasi Kredit Usaha Rakyat
(KUR), serta pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Kampung
Terasi Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

“Hingga April 2026, realisasi kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan telah
dilaksanakan sebanyak 13 kegiatan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat,
mulai dari mahasiswa, santri dan pelajar, nelayan, pelaku UMKM, serta kelompok
prioritas lainnya,” kata Eko.

Eko menyampaikan bahwa dalam upaya melindungi konsumen, OJK terus
memperkuat peran Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (satgas PASTI) untuk menangani ancaman investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat. Sejalan dengan itu, OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan meluncurkan Indonesia Anti-Scam Center pada bulan Mei mendatang yang akan menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan kasus penipuan (scam) di sektor keuangan.

OJK berdedikasi untuk terus proaktif dengan memberikan inovasi layanan konsumen melalui layanan keliling “Grebek Pasar Simolek” serta kanal pengaduan online dan offline yang dapat menjangkau masyarakat di pelosok daerah.

Melalui kegiatan media update ini, OJK menegaskan komitmennya untuk terus
menjunjung tinggi prinsip transparansi serta memperkuat kolaborasi dengan media
massa sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan
edukatif kepada masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat antara OJK, pelaku industri jasa keuangan, pemerintah
daerah, dan media, diharapkan sektor jasa keuangan di Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung dapat terus tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan serta
memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *