CyberTerkini.Com – Penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) terkait Program Plasma 20 persen PT Gunung Maras Lestari (GML), di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (29/9/2026), menjadi cerita yang sangat mengharukan bagi masyarakat setempat.
Bahkan, masyarakat 8 Desa di Bangka, yakni Desa Bakam, Desa Dalil, Desa Mabat, Desa Mangka, Desa Air Duren, Desa Bukit Layang, Desa Kayu Besi dan Desa Sempan itu, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Hidayat Arsani yang baru memimpin Babel sejak 17 April 2025 lalu, dan setelah puluhan tahun berjuang, kini mampu membantu merealisasikan apa yang menjadi keinginan masyarakat delapan desa di Kecamatan Bakam tersebut, berupa plasma 20 persen, diawali dengan tangan MoU.
Salah satunya, Ketua Koperasi Produsen Bukit Pukang Sejahtera, Bakam, Abdul Rojak, menyampaikan, apresiasi dan terima kasih tak terhingga kepada Gubernur Babel, Hidayat Arsani atas terealisasinya kesepakatan ini.
Rozak mengungkapkan, perjuangan masyarakat untuk mendapatkan kepastian kebun plasma sudah berlangsung sangat lama, yakni sejak awal perusahaan berdiri.
”Perjuangan ini, sebenarnya sudah lama untuk menuntut realisasi plasma. Alhamdulillah, setelah sekian lama dan melewati masa peremajaan (penanaman kembali), baru sekarang bisa dikabulkan. Terima kasih Pak Gubernur,” ucap Rojak.
MoU yang telah ditandatangani, kata Rojak, tahap awal. Pihaknya kini tengah mempersiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang bersifat lebih teknis.
Selain itu, koperasi juga masih menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) dari bupati terkait penetapan daftar anggota penerima manfaat.
“Saat ini, data yang telah dikumpulkan oleh koperasi kami mencakup sebanyak 594 Kepala Keluarga (KK) dari masyarakat desa setempat,” ungkapnya.
Dengan adanya program 20 persen kebun plasma ini, diharapkan Rozak, dapat membawa dampak positif bagi perekonomian warga setempat. Hasil dari pengolahan kebun plasma tersebut nantinya akan diumumkan langsung kepada seluruh anggota koperasi yang terdaftar.
”Harapan saya ke depan, koperasi ini dapat terus berkembang dan membantu perekonomian warga agar bisa hidup lebih layak,” tutup Rojak.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Desa Bakam, Syafei. Dia mengungkapkan, selama puluhan tahun masyarakat menanyakan kejelasan keberadaan plasma 20 persen.
”Sudah puluhan tahun kami menunggu kepastiannya. Hari ini kami sangat senang dengan adanya plasma 20 persen ini. Apalagi ini tanpa beban hutang,” pungkasnya.







